5 Cara Membuat Situs Web Anda Anti Retas

Tahukah Anda bahwa Google mengidentifikasi sekitar 10.000 situs yang terinfeksi malware, di mana hampir setengahnya adalah situs yang disusupi oleh peretas? Meskipun diyakini secara luas bahwa perusahaan besar adalah target utama kejahatan dunia maya, situs web bisnis kecil memiliki risiko tertinggi diretas karena mereka sering tidak berinvestasi sebanyak yang dilakukan merek besar dalam memperkuat sistem keamanan mereka.

Sayangnya, sebagian besar korban melihat peretasan tersebut pada saat yang sama ketika pengunjung mereka mulai melihat peringatan bahaya dari mesin pencari dan browser. Sekarang sudah terlambat, karena situs web mereka telah masuk daftar hitam saat itu. Tugas pemulihan yang ketat terdiri dari membersihkan semua tautan, membangun kembali server, dan memperbarui perangkat lunak manajemen konten. Bahkan setelah semua tindakan ini, tidak ada jaminan bahwa mesin telusur akan menghapus pesan peringatan tersebut. Apa jalan keluarnya? Nah, bagaimana kalau mengambil daun dari apa yang selalu dikatakan kakek? Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan buang waktu dan pastikan keamanan situs web Anda pada tingkat optimal. Berikut lima cara yang dapat menyelamatkan situs web Anda dari peretasan:

Gunakan kata sandi yang kuat dan jaga keamanannya

Anda selalu tahu ini, tetapi tidak pernah repot-repot menganggapnya serius, bukan? Peretas ahli sudah mengetahui kata sandi yang umum, default, dan dapat diprediksi. Hindari penggunaan kata sandi yang jelas yang berisi nama, nomor telepon, alamat jalan bisnis atau tanggal lahir Anda. Plugin antivirus juga dapat berguna dalam melindungi situs Anda dari serangan virus dan dengan demikian menghentikan peretas dari mencuri sandi dan menanam malware.

Perbarui CMS ke versi terbarunya

Setiap kali sistem manajemen konten (CMS) meluncurkan pembaruan baru, pembaruan tersebut berisi peningkatan keamanan meskipun jumlahnya sedikit. Versi CMS yang lebih lama, terutama WordPress, rentan terhadap serangan yang sangat invasif. Oleh karena itu, solusi teraman adalah memperbarui CMS setiap kali ada versi baru yang dirilis oleh pengembang. Anda juga harus mencegah peretas mengetahui versi terbaru CMS Anda. Konsultasikan dengan webmaster Anda, orang-orang yang memelihara situs web Anda, dan hapus kaitan relevan yang menampilkan versi tersebut.

Daftar dengan Alat Webmaster Google

Setelah situs web dianggap berbahaya dan masuk daftar hitam, arus lalu lintas harian secara alami akan berkurang. Jika Anda terdaftar dengan Alat Webmaster Google, itu akan memberi tahu Anda saat ada infeksi malware. Ini akan memudahkan untuk menghilangkan ancaman sebelum daftar hitam terjadi.

Pasang plugin pengelolaan iklan untuk melindungi AdSense

Iklan adalah sumber pendapatan yang bagus, tetapi juga rentan terhadap peretasan. Beberapa serangan peretasan yang umum adalah pemboman klik untuk membebani dan menutup akun AdSense, dan menukar iklan ‘asli’ dengan sesuatu yang tidak relevan. Teliti dengan sangat teliti, dan temukan plugin keamanan berkinerja tertinggi yang dapat mengontrol tampilan iklan Anda.

Terapkan enkripsi untuk melindungi data Anda

Untuk menghindari intersepsi data selama transmisi, pastikan Anda menggunakan teknik enkripsi seperti Secure Socket Layer (SSL). Bicaralah dengan webmaster Anda untuk mengetahui enkripsi yang paling sesuai untuk situs web Anda. Setelah Anda selesai, minta mereka untuk mengatur enkripsi yang sesuai.

Yang terpenting, gunakan penyedia layanan keamanan resmi untuk situs web. Perusahaan terkenal melakukan pemeriksaan harian, dan membersihkan situs web dengan alat penghapus daftar hitam dan malware. Tetap waspada dan ambil langkah keamanan terbaik karena peretas selalu berburu, 24×7.



Source by Sara Sharma

bnsp
%d blogger menyukai ini: